Universitas sebagai tempat menimba dan menempa ilmu pengetahuan, dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan zaman. Baik dari sisi teoritis, praktis, maupun teknis, tidak terkecuali bangunan yang digunakan sebagai representasi kampus itu sendiri.

Hal ini disadari betul oleh kampus di negeri maju, salah satu contohnya adalah Bard College di New York. Mereka membangun sebuah laboratorium dan kelas berbahan kontainer bekas, untuk mempertegas visi dan misi mereka sebagai pencetak generasi pemimpin di masa depan yang inovatif dan kreatif. Sehingga, fasilitas yang ada disesuaikan dengan semangat tersebut.

Lab tersebut dibangun dan dirancang oleh MB Architecture dengan menyusun empat kontainer menjadi dua tingkat. Facade didominasi kaca, sehingga menghasilkan kesan luas karena cahaya matahari yang masuk lebih optimal.

Dengan desain bangunan seperti ini, keperluan akan ruang dapat terpenuhi dengan baik; ruang diskusi, kelas, ruang presentasi, bahkan tersedia panggung untuk konser atau keperluan teatrikal. Semua ini dibanderol dengan harga 200.000 US Dollar, termasuk dengan pengiriman dan pemasangan di lokasi, sebagaimana lansiran dalam artikel Dwell.

Jika menggunakan kurs saat ini, maka lebih dari 2,8 miliar rupiah!

Bagaimana dengan kampus di Indonesia?
Masih sedikit kampus yang menggunakan kontainer bekas sebagai bahan bangunan untuk kelas maupun laboratorium. Mereka masih senang mendirikan bangunan berbahan bata dan semen, yang jika dihitung jauh lebih mahal dan lama dalam pengerjaannya. Biaya untuk mendirikan sebuah lab di Indonesia dengan spesifikasi yang sama dengan di Bard College, tidak sampai menyentuh setengahnya, sudah termasuk pengiriman dan pemasangan.


Baca juga:
Model & Jenis Kontainer Modifikasi
Spesifikasi Kontainer Modifikasi

Category
Tags

Comments are closed

2019 Copyright PT. Global Perkasa Mekanindo

WhatsApp Konsultasi Via WA